Jumat, 26 Juni 2015

Menaklukan Diri

Berjalan ditepi pantai...
Tertiup angin berhembus...
damaikan diri melihat biru...
( Salah satu lagu di era 90an ) sett dah ternyata saya sudah Tuuirr

Banyak orang yang suka traveling ke pantai katanya bisa mendengarkan deburan ombak dan merasakan tiupan angin yang semilir yang akan menjadikan hati tenang dan tentram setelahnya.
Pantai... entah sudah berapa lama aku tak pernah menjejakan kakiku kesana.Jika dihitung2 berarti sudah 10 tahun kaki ini tidak menginjak pasir dipantai. Setiap ada kawan yang mengajak berlibur kesana pasti dan selalu aku tolak, walaupun ada kata-kata gratis dibelakangnya. Padahal sebagai wanita normal pasti langsung happy dengar kata GRATIS...!!!


#FlashBack.....


Masih terekam dengan jelas dalam memori otak kejadian kelam yang terjadi pada tahun 2005, kala itu aku masih kelas 3 MTS. Ketika kita semua satu sekolah melakukan rekreasi Refresh otak setelah melakukan Serangkaian ulangan. Iya jalan-jalan ini dalam rangka libur sekolah dan pelepasan anak kelas tiga yang akan melanjutkan jenjang ke tingkat yang lebih tinggi yaitu SMA.

Disana kita melakukan liburan seperti kebanyakan orang, sebelumnya dengan sedikit pengarahan para guru untuk tidak berenang terlalu ketengah, khawatir terbawa arus. Setelah pengarahan singkat kita langsung pergi berenang, main pasir, naik perahu, naik banana boot dll. Tak terasa waktu semakin sore guru-guru menggiring (dikira Mbeeek digiring ) kita dari pantai untuk bersih-bersih dan selanjutnya pulang.

Ketika sedang membersihkan diri dikamar mandi, terjadi kepanikan. Salah satu dari adik kelas aku yang bernama nur tidak ada, ia menghilang. Semua guru-guru panik dan kita para siswa mulai sedikit ketakutan. Takut membayangkan hal yang tidak dapat kita bayangkan. Pencarian masih dilanjutkan dan berlanjut hingga magrib tiba. Selepas magrib para guru memutuskan untuk standby disini dan melanjutkan pencarian dan sebagian lagi pulang bersama anak-anak. Lalu bagai mana dengan diriku??

aku sejak awal berangkat sudah satu bus dengan adik kelas ku, kita tidak cukup dekat namun saat dalam perjalanan kita bisa membaur dan akhirnya menciptakan keakraban. Disamping kakak dari adik kelas itu juga teman dari kakak ku. Saat ganti baju untuk renang pun kita bersama, hanya saja ketika sudah dipantai kita memisah dan bermain dengan teman masing-masing.dan INI BAGIAN HORORNYA... Sumpah saya Melihat dia ikut antri untuk mandi sehabis berenang. Oleh karenanya ketika para guru mencari-cari dia saya santai saja dan bilang nur ada.

Bayangkan saya melihat dia masih ada disekeliling namun nyatanya tak ada. Ditambah lagi pengakuan dari beberapa teman yang konon katanya melihat ada tikar ditengah lautan yang berusaha untuk menjerat mereka, menggulung mereka dan menariknya ketengah lautan.waAllahualam
Untuk kami yang masih ingusan ini merupakan peristiwa yang menakutkan Alias HORRORR...!!!

Singkat cerita jenazah adik kelasku diketemukan, yang konon katanya jempol kakinya bolong dihisap mahluk dilautan.entah mahluk apa. Akupun tak mengerti.

#FlashBack Berakhir


Terlepas dari hal-hal yang diatas. Sejak saat itu pantai merupakan salah objek wisata saya Hindari. Bukan apa-apa hanya saja rasa takut masih ada di dalam diri. Banyak teman2 yang mengajak berlibur kepulau-pulau kecil yang indah dan eksotis yang dengan sangat berat hati harus saya tolak.

Finally...
aku beranikan diri untuk melawan takut dalam diri. Yap ketika tepat tanggal 24 Mei 2015 setelah stress melewati minggu UTS ada tawaran untuk menemani saudara sepupu untuk kepantai. Awalnya galau...
namun dengan tekad kuat. Dan semangat menggebu dalam diri untuk melawan ketakutan dan Bismillah aku berangkat ke Pantai. Pantai Legon Prima tepatnya



Busnya sudah sampai di tempat tujuan, kita turun dan istirahat sejenak dan dilanjut kepantai. Kita langsung kebatu-batu yang ada di pinggir laut, buat tatoo pake hena , Tulis-tulis nama dipasir. Sungguh Alay dah gue...!!! 


haii kamu... iya kamu....






Biar kekinian tulis nama dipasir. hahaha....


Masih Setia Menantimu Calon Imamku...



Puncak dari rasa ketakutan itu adalah saat sepupuku Fani ingin naik banana boot. Emmakk....!!! sumpah itu gurih-gurih nyoi. Tapi sekali lagi dengan tekad baja. Kita langsung menuju TKP cari-cari Banana boot. Setelah sampai kata abang penjualnya banana boot itu paketan. 150000/5 orang. Setelah cari-cari orang jiiahh... mereka sudah berkoloni dan membentuk kelompok banana dan tetep tinggal aku dan fani. Berdua saja tak ada teman yang menemani naik banana boot. #Ngeness
antara sedih dan senang, yah... ga jadi banana nya, tapi senang karena ga perlu diceburin ketengah laut.

Akhirnya kita memutuskan untuk jalan-jalan sepanjang pantai. Dari ujung barat sampai ujung timur . Dan sampai sedikit ketengah laut. Tiba-tiba kepala ini langsung pusing dan hampir kehilangan keseimbangan keadaan sekitar menjadi gelap, tangan gemetar dan keringat dingin keluar. Ya Allah... Beri kekuatan Ya Allah. Harus bisa.. Bisa.. Bisa... tetap berjalan diiringi deburan ombak tetap berpegangan tangan ke fani. Dan akhirnya sampai ketempat tujuan. Horree Berhasil...!!!

Sampai pada akhirnya sampai pada inti perjalanan hari ini, bahwa kita harus mampu melawan ketakutan yang ada dalam diri kita. Karena musuh terbesar kita bukanlah orang lain atau sejenis setan atau lelembut. Tapi musuh terbesar kita adalah ketakutan yang ada pada diri kita sendiri . 

Dan Alhamdulillah Saya Dita Pertiwi mampu melewati ketakutan demi ketakutan yang terjadi dalam diri saya selama 10 tahun kebelakang. Rasanya bahagia dan senang bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan akan kita lakukan. Walaupun menurut orang lain apa yang kita lakukan adalah hal kecil.

Perjalanan belum berakhir, masih banyak hal-hal yang harus ditaklukan oleh diri sendiri.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar