Rabu, 16 September 2015

One Day

Entah sudah berapa lama diri ini ingin melakukan petualangan, menjamahi keindahan indonesia agar semakin cinta pada bumi nan pertiwi ini.

entah sudah berapa lama diri ini merencanakannya, hanya saja waktu dan kesempatan yang belum ada, namun akan tiba saatnya kesempatan itu akan datang. kesempatan yang tanpa direncanakan, dan ketika kesempatan itu datang apakah akan aku lepaskan??



Dan Jeng...Jeng.... kesempatan itu Datang,


Dream come true... ada yang ngajakin open Trip
Temen kerja yang Note bene nya anak bebek eh anak monyet alias anak gunung ngadain open Trip Prau, Woow... Prau Broo,, Salah Satu gunung yang termasuk dalam dataran tinggi Dieng, yang keindahan Sunrise nya sudah terkenal kemana-mana, sampe ke Seluruh Dunia Cyyiinn....

Tanpa pikir panjang, karena memang sudah kebelett bangged pengen naik Pelaminan gunung  akhirnya langsung cari temen buat naik kesana, Secara naik pelaminan aja harus ada pasangannya, masa iya naik gunung sendirian. #PLLLLAAAKK, LUPAKAN...!!! DASAR CEWEK BAPER, tanpa banyak usaha akhirnya akuh mengajak SoulMate akuh Si Upiin untuk turut, kebandung, Surabaya, Bolehlah naik dengan percumahh....eehhh malah nyanyii  dan dia mah dasarnya suka ngayab alias suka main akhirnya diapun setuju.

2 minggu setelah meyakinkan diri untuk ikut #jjiiiahhh.... si Upiin ngajakin pemanasan naik gunung, dan pilihannya adalah gunung MUNARA, Kalo bilang kalian ga tau dimana gunung munara itu, karena gunung itu lagi ngehits bangeed dan lagi jadi icon remaja kekinian, yang lumayan tenar di instagram. gak percaya?? cek ajjahh... Binggung juga ya kalo disuruh ngejelasin Gunung munara, karena bagi sebagian orang ini mah bukan gunung, hanya sebuah tanah yang mengundak alias bukit kecil, yang katanya tingginya itu sekitar 1119 MDPL.

Buat aku yang katanya masih warga parung, kalo masih diaku yee ama pak lurah. Berarti ini adalah pendakian ke 3, jiiiahh gue mulai songgong. pendakian pertama itu pas kenaikan sabuk Kyudo ( bela diri Jepang ) sekitar tahun 2007, dimana badan akuh masih langsing, hahahaha... dan U know?? Munara masih Asri, Masih Adem dan Masih Pake KUNCEN. karena emang masih jarang yang pada kesana dan jalannya masih alami, gak kayak sekarang yang udah ada undakan2 buat jalannya dan udah dikasih pegangan bambunya. Pendakian kedua itu sekitar bulan Maret Selepas UTS Semester 6, uuhhh.... ketika itu memang sedang butuh2nya refresh otak, ketika tiap minggu di kasih tugas dan tiap minggu wajib ada progress yang harus dilaporkan. #Amsyyoonggg....

Dan Minggu Kemarin, 13 September Kita melakukan pendakian yang ke3, karena Takabur, Sombong itu adalah sifat dasar manusia, maka tanpa persiapan olahraga dan Pede Banged akan bisa, Astagfirullah... Ampuni Hamba Ya Robb... ditambah lagi kedatengan "tamu" pas Malem minggu yang bikin ga bisa Tidur, gelisah dan bikin Sakit Hati Perut. dan hasilnya akuu ga sampai puncak Saudara2. Cuma Sampe Pos 2 bareng sama si Wihda, yang katanya anak Putat Nutug, yang bisa dibilang tetangganya Rumpin, tapi dia ga Tau gunung Munara tuh kayak Gimana, dia kira sebelas - dua belas sama gunung kapur. #TepokJidat

Pendakian Ke-2, ga tau siapa mereka orang, pada ikutan foto. #iddiiwww


akuh keliatan kechiil khann??

Salah Satu pemandangan dari Puncak

Cukup liat View aja. Orangnya yang gede abaikan sajjahh

Di Pendakian ke tiga ini Kondisi tubuh kurang Fit karena kedatangan "Tamu" yang mengakibatkan tidak turut sertanya diriku kepuncak gemees gunung munara sama Warga Alay, yang doyan Narsis itu. Kita Berangkat dari Tangerang berempat, dan tambahan dua orang lagi janjian di putat nutug ( Temen SMA )

Selamat Datang di Situs Gunung Munara

Para Ratu Exis : Bebek, Kura, Upin dan Nutong

Naik Gunung, Panjat Gunung Pake Rok. ROKER. KEREEEN KAN???


 Dibalik semua kecerian, keseruan dan kegembiraan para pendaki gunung Munara ini, terselip rasa khawatir dan kesedihan. Khawatir, karena  keindahan yang ada di Gunung munara ini mungkin Sebentar lagi tidak bisa kita nikmati lagi. karena Menurut hasil berbincang-bincang Ngalor ngidul ngetan ngulon  dengan ibu yang punya warung disana selama hampir 3 jam, #Nungguin Ratu Narsis Turun Khayangan Gunung,kita jadi tahu bahwa hampir sebagaian tanah yang ada di Gunung Munara ini sudah dimiliki oleh sebuah Perusahaan. Entah Maksudnya apa, membeli lahan yang ada di gunung tersebut tapi dapat dipastikan itu adalah kegiatan eksplorasi Alam.

Yang Warna Biru, Itu PATOK PEMBATASNYA

Ibu pemilik warung pun bercerita bahwa sekarang banyak warga yang mulai menyesal telah menjual tanahnya kepada perusahaan tersebut, Efek yang baru mereka rasakan adalah mereka tidak bisa menikmati hasil dari kebun yang ada di gunung tersebut, dan mereka juga belum sadar apa efek jangka panjang dari penjualan tanah tersebut.Yang ga habis fikir adalah harga jual tanahnya, bayangkan saudara2 tanah di atas gunung Munara itu hanya dijual dikisaran Harga Rp.15.000,- dengernya aja bikin Geleng2 Kelapa.
FYI bahwa dekat dari gunung Munara, ada gunung yang kondisinya Tinggal separuh. Sebuah bukit kapur yang menjadi Objek eksplorasi alam.

Dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Gunung Munara mengalami hal yang serupa. seperti gunung yang ada didekatnya. Tidak ada lagi gunung gemees yang dapat dijadikan obat pelepas rindu pada ketinggian yang hanya memerlukan waktu sejenak. bahasa kerennya mah One Day Hiking ato Tektok
Pulang Pergi.

Inti dari tiap perjalanan ini adalah memberikan pelajaran bahwa siapapun kita, kita wajib menjaga dan melindungi Hutan kita, tempat tinggal kita, Lingkungan kita. Jangan pernah sekali2 merusak keindahan alamnya. Pesannya memang Klise dan sudah sering kita dengar Marilah kita jaga alam dan lingkungan kita demi anak cucu kita. karena ini memang kewajiban kita melindungi alam kita.



"Berpetualanglah dan kau akan Tahu apa2 yang belum kau ketahui
Berpetualanglah dan kau akan semakin mencintai,
Mencintai Negeri ini
Negeri Indonesia..."