Jumat, 26 Februari 2016

Semangat dari Gunung Leutik Bogor


Hari Pertama Merasakan kebebasan dan Hidup Kembali.hahahayyy.....



Setelah sekian bulan di kejar-kejar Tugas, Ngejar2 Cinta Mr. Aeng Muhidin buat ngerjain Proposal, menantinya di bawah rinai hujan di kantin sambil makan gorengan sama mie rebus. sampe akhir Proposalnya kelar dilanjut sama UAS yang semua Mata Kuliahnya tentang Hukum semua. ga ada sama sekali tentang pendidikan. secara eike ga begitu suka politik. maklum aja salah nyemplung Jurusan. seharusnya masuk PGPAUD jadi MAsuk FKIP Kewarganegaraan Pula. Ah... Udah LAh. LElah Ngebahas Jurusan.



Hari Ini mau nulis tentang semua masa lalu yang telah terlewatkan selama masa-masa sulit sebagai anak Tingkat akhir  #tssahhhh.....  Kibasin Kerudung


di mulai dari CamCer alias camping Ceria di Gunung Leutik Bogor. UDah pernah baca blom Blog eike terdahulu yang ttg rencana naik gunung ke Prau.kalo belom bisa baca di sini http://dytaerdhita.blogspot.co.id/2015/09/one-day.html 
nah pokoknya tuh sejak rencana mau naik ke Prau itu Kita jadi keranjingan buat naik gunung gemes. istilahnya tuh buat pemanasan naik ke prau. ga lama abis acara naik ke gunung munara tiba2 ada ajakan buat ikut camcer di gunung leutik bogor. yudh karena euforia jiwa ngebolang sedang bergejolak eike mah oche2 aja Acara CamCer ini diadain sama AIH ( Aksi Indonesia Hijau ) suatu organisasi lintas komunitas yang peduli dengan lingkungan dan pendidikan anak.


Walau niat awalnya adalah buat persiapan naik ke prau dan latihan tidur di tenda. Tapi ternyata banyak banged pengalaman dan pelajaran yang di bisa diambil dari kegiatan ini.
  1. Masih Banyak Kepedulian dan Cinta di tengah kehidupan masyarakat yang individualisme seperti saat ini.
    Sumprit dah eike bener2 salut sama temen2 disini. Kenapa? Karena mereka hidup ga cuma happy2 aja. Ga cuma melulu berkutat tentang diri sendiri, leyeh2, menye2 tentang cinta2an. Tapi mereka peduli dengan kelestarian alam dan pendidikan anak2 di sekitar. Kece Badai kan?

    bareng 1000 Guru Tangerang

  2. Untuk mencapai tujuan terkadang kita harus terpeleset, tergelincir, atau bahan terjatuh. Tapi itu semua bukan masalah karena setelah itu kita bisa bangun dan bangkit kembali.
    Semangat ini yang ditularkan oleh pak Adi terhadap kami. Beliau adalah orang yang peduli akan pendidikan di tempat tersebut. Tak peduli apapun yang dikatakan orang, tak peduli cibiran dan segala hinaan. Beliau tetap semangat untuk menjadi lilin penerang dunia pendidikan disana.
    Menangis. Itu lah hal yang terjadi pada diriku. Menagis akan kelemahan diri. Malu pada diri Menyesal karena langsung mundur ketika ditolak sekali ketika tidak adanya respon ketika mendirikan perpustakaan keliling.Sedangkan Pak Adi Jangan tanya deh semangat juangnya.

    Makasih Pak Adi Semangatnya


  3. Kita tidak akan berubah sampai kita sendiri yang melakukan perubahan. KITA BUKAN ORANG LAIN. Pasti kalian pernah denger dong ayat yang mengatakan jika “Allah Tidak akan merubah suatu Kaum sampai kau itu merubah dirinya sendiri” dan perubahan memang berasal dari diri sendiri.

    peletakan batu pertama Rumah Baca


  4. Bahagia itu sederhana. Sesederhana senyuman dan semangat anak2 untuk belajar.

    di belakang itu sekolah yang dibangun oleh pak adi 

  5. Jangan pernah lupa untuk bersyukur, karena terkadang hidup yang kita keluhkan adalah hal yang selalu di inginkan oleh orang lain. Selalu melihat kebawa, dan selalu berempati agar semakin besar rasa syukur kita.





  6. Jangan terlalu percaya sama temen karena terkadang, mereka suka ngibulin dan ngerjain kita. Thanks buat adi suradi yang bikin kita beneran camping. Bener2 bawa peralatan gunung. Minuman berliter2 dan ransum makanan segambreng. Gegara dy bilang di gunung leutik itu ga ada warung dan cari air susah. Padahal mah. Warung bertebaran dimana2 # Amssiiyyoongg

    Cangcimen

Perjalanan ini bukan hanya sebatas perjalanan melepas penat atau untuk kesenangan semata. kita datang untuk belajar. Belajar bersyukur, belajar empati, belajar untuk pantang menyerah walau gagal berkali2.belajar Membaca Lingkungan, belajar Membaca Alam.

dan aku masih harus banyak belajar.

#BelajarSemangatBuatSkripsi

hahaha... gue Gaje...













Tidak ada komentar:

Posting Komentar