Minggu, 02 Oktober 2016

Gunung Prau Negeri Diatas Awan

....
Kau nyanyikan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian jadi istananya
Dan kini tengah kau bawa
aku menuju kesana
...

Sepenggal lagu dari penyanyi Katon Bagaskara mungkin pas untuk menemani perjalanan kita kali ini, Yap kali ini saya akan menceritakan perjalanan panjang untuk menuju Negeri Para Dewa, Negeri di atas Awan. Gunung Prau adalah Sebuah gunung yang masuk kedalam jajaran dataran gunung Dieng atau lebih di kenal dengan Dieng Plateau.

Dataran tinggi Dieng sering disebut-sebut sebagai Tanah Para Dewa, Hal ini memang betul karena nama dieng di ambil dari bahasa Sansekerta yaitu Dihyang yang berarti Tanah para Dewa. Wajarlah bila Dieng disebut seperti itu karena memang keindahan alamnya seperti tanah surga. apa lagi bila teman-teman naik ke Gunung Prau yang masuk kedalam jajaran Dieng ini maka kalian akan merasakan sensasi berada di Negeri Di atas Awan.

Ga Percaya?!

Check This Out....

@Puncak Prau, Ada yang Tahu itu Gunung apa??

Berawal Dari Sini.... 

Buat kalian yang udah ngikutin Blog aku pasti udah baca  "One Day" Catatan Perjalanan Gunung Munara
Nah di sini kalian bisa tau deh siapa dedengkot dan ketua saya dalam dunia Perbolangan. Yap Itu dia Si Wiwien.

Perjalananpun Dimulai...

Pada hari yang telah ditetapkan bertepatan dengan Libur panjang dan Libur Panjang, Berangkatkah Kita dari Cileduk Naik Bus carteran menuju sebuah wilayah di suatu tempat antah berantah bernama "Planet Bekasi", di planet inilah Base Camp sekaligus Meeting Point Utama perjalanan kita kali ini. kalian bisa tebak ga berapa waktu tempuh yang kita butuhkan untuk sampai disana?? 6 Jam !!! 
eits... ini belum seberapa. ini baru kebekasi. tahu ga kalian berapa waktu yang di butuhkan untuk sampai ke Dieng Wonosobo?? 33 JAM GILAAKKK...!!! Ajiib banged kan. kalian bisa bayangkan keadaan kita di dalam Bus. Dari yang mulai Bobo Cantik, Bangun Cantik, Melek, Tidur Lagi, Melek Lagi, Ngobrol, makan, ketawa, Tidur, Tidur lagi, Lagi Tidur sampe udah ga tau mau mimpi apa sangking kebanyakan tidur. Hampir-hampir sama kaya macet yang di Brexit kemarin pas mudik. 

Sekitar pukul 03:00 Dini Hari kita sampai juga di Pos Pendakian Patak Banteng, setelah istirahat sejenak melepas lelah, ganti baju kita langsung Berangkat untuk Berburu Sun Rise di Sikunir.untuk menuju Sikunir kita naik mobil unyu ini. dempet-dempetan gurih-gurih nyoyy udh kayak makan tahu buled..

Kita Mau OTW nih...

Kurang dari 30 Menit kita sampai di Desa tertinggi di Pulau Jawa Desa Sembungan, dari gapura desa ini kita harus jalan kaki untuk menuju sikunir, sepanjang perjalanan kita di suguhkan dengan pemandangan yang ciamik, hamparan ladang kentang dan kubis milik para petani, yang konon katanya kentang-kentang yang berasal dari daerah sini adalah kentang terbaik di negeri ini. kentangnya gede-gede kayak saya. Si wiwin aja beli kentang sampe 10 Kilo.

danau tepat dibelakang kita

Tak lama kita Berjalan kita bertemu gapura Sikunir, Yeyye... Para Pendaki Alaypun bersorak riang gembira, Dikira sudah sampai Padahal mah....

Inilah track menuju sikunir yang sebenarnya track yang menguji emosi, Jiwa dan kesabaran hati tiap-tiap manusia. karena kita datangnya sudah cukup siang (Kesiangan Banged malah) Jadi pas kita mau kesana berbarengan juga sama orang-orang sudah dari puncak sikunir. Jadi beginilah.... Macet-cet...cet....
buka tutup Jalur. ganti-gantian naik dan turunnya. #Huft....

Maararacet.... ga di jalan ga di mana-mana 

Nunggu Giliran naik ke Atas 
Imam Syafi'i pernah bilang bahwa "Berlelah-lelahlah manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang", dan...!!!
Manisnya, Indahnya perjuangan macet-macetan dari tangerang ke sini Terbayar Sudah. Yap...Yap....
Sejauh Mata memandang, MasyaAllah... Tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata....


Adem banget kan ngeliatnya
Inilah yang di bilang Negeri Diatas Awan. Awesome Syekaleee....



Puas mengeksplor sikunir kami melanjutkan perjalanan ke Petak 9, nah dari sini Telaga warna makin terlihat indahnya ...

Team Tangerang : Nur, Wi2n, Dita, Gina & Ika
Serasa di kalibiru kan? di sini juga ada gardu pandangnya, beuh Daerah Dieng keliatan Semua, Secara gardu pandangnya ada diatas bukit.




Talaga Warna yang Membuat hari semakin berwarna 



Sejauh Mata Memandang Ijoo...Ijoo...Ijoo...

Hari makin siang rombongan kamipun bergegas menuju tempat wisata lain yaitu ke Komplek Candi Arjuna. disini ada beberapa buah candi yang lokasinya saling berdekatan.





  
Team BoChan (Bolang ChantiQ)




Partner in Crime #MySoulmate #U&I

Selepas Ashar kita kembali Homestay, beristirahat Sejenak sebelum melanjutkan petualangan menjejaki kaki di Gunung Prau. Selepas Sholat magrib kita berangkat dari Homestay, Jarak antara homestay ke Basecamp patak banteng Cukup jauh kita kesana dengan seorang anak, anaknya tangkas dan juga pemberaniiii....#Eh malah nyanyii.  naik mobil Pickup. 

Mungkin naik mobil begitu sih udah biasa, tapi akan luar biasa ketika si Yudi Yang bawa Mobil itu. gokiill dah bikin kita penumpang di belakang jejeritan, FYI Jalanan di sana itu ekstrem banged, Jalannya berkelok dengan tanjatan dan turunan yang ga ada abisnya ditambah lagi mobil yang kita naiki itu OverLoad.jadi bisa dibayangin deh abis nikung turunan langsung tanjatan dan akhirnya mobilnya mundur lagi karena ga kuat nanjat. #BikinH2C  


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Singkat Cerita >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jam 7 Lewat kita sampai di Basecamp Patak Banteng, Setelah melakukan Registrasi, Cek Perlengkapan Bagi kelompok dan Briefing sebentar akhirnya Perjalananpun dimulai....

Karena Perjalanan dilakukan dimalam hari jadi saya tidak bisa melampirkan foto-fotonya, disamping itu karena saya adalah pendaki pemula yang masih cetek dalam ilmu mendakian, jadi jangankan ambil foto buat napas aja sulit. hehehe...
Dari Basecamp kita melewati rumah-rumah warga, lalu menaiki jalan setapak setelah itu kita akan menemui barisan anak tangga mungkin sekitar 100an anak tangga, Ratusan Purnama anak tangga berlalu maka dilanjutkan dengan jalur tanah yang semakin menanjat yang dikelilingi oleh perkebunan warga, setelah itu kita akan menemukan jalan bebatuan yang dapat dilalui oleh kendaraan mobil, nikmati saja jalan yang cukup lebar ini sampai kita menemukan sebuah warung yang berdekatan dengan Pos 1 ( Sikut Dewo ) 

Dari Sikut Dewo Perjalanan kita akan semakin menanjat, menanjat, Semakin Tinggi-Tinggi Sekali. mungkin dari team tangerang hanya sayalah yang staminanya paling jeblok, ditambah lagi dengan beban yang di bawa, karena selain saya membawa beban yang ada di carriel saya juga membawa beban hidup dan juga beban berat badan saya. sumpriit rasanya Beerrattt banged. Tapi saya bersyukur punya Team yang solid dan saling menguatkan, selalu memberikan semangat dan mau bantuin bawa carriel sehingga diri ini bisa melenggang bebas Sampai puncakk.. AAssiikkk....!!! #BebasCarrielSampeCacing 

Untuk Perjalanan dari Pos Satu Ke Pos Dua kalian ga perlu khawatir akan kehausan dan kelaparan, karena sepanjang jalur ini kita akan menemukan banyak warung , jadi bisa sambil istirahat, ngelurusin kaki sambil makan pisang goreng hangat. serasa dirumah. hehehe....  Tapi ini semua akan berakhir ketika kita sudah berada di warung terakhir, dengan kebun warga di kanan kirinya dan akhirnya kita mulai memasuki Hutan. 

Memasuki Pos 2 Dua (Canggal Walangan) kaki-kaki sudah mulai protes. Pegel...Pegell... Treknya ajib, karena disini jalurnya sudah mulai menanjat dan kita harus hati-hati. karena ini perjalanan dilakukan dimalam hari jadi kita harus lebih waspada di banding pendakian di siang hari, ditambah lagi malam hari adalah waktunya pohon2 melakukan fotosintesis yang bikin kita rebutan oksigen sama mereka.

Perjalanan ini pun sangat istimewa karena kita ditemani sama "Vino Si pendaki Cilik " yang ga pernah ngeluh dan dengan semangat 45 dia Mendaki Sampai Puncak, Yeeyy Vino Hebat....!!! Si Vino ini Jadi Pendaki Favorit yang selalu dikeliling oleh Para wanita-wanita #Jomblo.

Vino Si Pendaki Cilik

Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 jalannya cukup terjal, serta jalan yang semakin menanjat, diri ini harus cekatan untuk menapaki dan berpegangan pada batu, ranting-ranting bahkan pepohonan yang ada. serta kita wajib menjaga keseimbangan. di perjalanan ini udara semakin menusuk, jari-jemari semakin kaku, suara angin bagaikan air terjun yang bergemuruh. 

Ada satu titik dimana diri ini sangat kelelahan, rasanya ingin beristirahat dengan jeda waktu yang cukup lama, kalo bisa panggil tukang urut segala namun selalu ada kata-kata penyemangat dari sesama pendaki, ada uluran tangan yang selalu menolong, Aiih... disinilah kita akan menemukan sahabat yang sesungguhnya. #LoveUPin,Bebek,Kura,Gina dan semua2.

Singkat cerita, Sekitar pukul 00:30 kita sampai di puncak, masuk tenda, makan dan siap-siap untuk tidur. Gimana rasanya bobo di puncak gunung? untuk yang berbadan kecil seperti gina (Temen paling Kecil dan Paling Manja) doi merasa kedinginan, bahkan ditengah-tengah tidurnya dia minta dipeluk sama si Upin yang cadangan lemaknya lumayan banyak. wkwkwkw....

Sang Fajar mulai menyingsing. Saatnya Berburu matahari Terbit.... 

Pagi itu suara sudah mulai riuh diluar tenda, kami semua bergegas keluar tenda. dan... Jeng...Jeng....ada sang mentari dengan malu-malu mulai menampakkan diri. Hati ini diselimuti kehangatan, seolah sinar mentari menembus relung hati. Memuji kebesaran sang Ilahi
MasyaAllah... Bertapa kecil diri Kami...
Bertapa besar ciptaanmu... 


Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban 



Bisa dikatakan naik Gunung itu ibaratkan sebuah perjalanan yang akan mendekatkan kita, bukan hanya kedekatan fisik namun juga kedekatan hati.bahkan bisa sebagai ajang untuk kita bisa saling mengenal dengan para teman kita, ada sebuah hadist yang mengatakan jika ingin mengenali akhlak seseorang, baik atau buruknya maka ajaklah berpergian jauh. Disini saya menemukan sekumpulan orang-orang baik, yang selalu membantu, mengingatkan dan serta saling tolong menolong. Terimakasih untuk semuanya, Teristimewa untuk sahabatku Upin. #Muuaacchh... 


Bersama Sahabat yang melelahkanpun jadi menyenangkan #U&I

Terimakasih Untuk genggaman yang saling menguatkan

Bunga Daisy, Bunga di puncak Prau

Buat para Single jangan sedih kalo hobinya naik gunung, siapa tau bisa kayak temen kita ini, berawal dari naik gunung berakhir naik pelaminan. 

Dan Terakhir, Postingan ini Special ditujukan untuk Gina dan bang Ibnu yang sudah mempererat tali Silaturahmi antara Team Tangerang dan Team Bekasi ( Qt Jadi Besan )
 
Naik Gunung
Naik pelaminan

Dan Pesan Terakhir Jangan Lupa Bahagia :)

Tangerang, 03 Oktober 2016
#Setelah10BulanPendakianBerlalu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar