Rabu, 04 Oktober 2017

Papandayan Trip with Lintar Pro-Adventure


Papandayan Kami Datang......

 
Papandayan, Siapa yang tidak mengenal keindahan gunung ini. Gunung yang berada dikawasan Garut ini menawarkan keindahan yang HQQ yang memanjakan mata. Dengan adanya hutan mati yang berdiri kokoh serta ribuan hektar hamparan padang edelweis yang menyejukkan mata. MasyaAllah. Fabbiayiallairobikuma Tukadziban..


Papandayan adalah gunung yang berada dikawasan Garut Jawa Barat letak yang strategis yang tidak begitu jauh dari Ibukota menjadikannya sebagai pilihan alternatif bagi pendaki amatir dan pemula, selain itu tinggi gunung yang hanya sekitar 2665 MDPL menjadikan Papandayan gunung ramah bagi pemula yang patut untuk dicoba. Namun keramahan medan dan letaknya yang strategis berbanding terbalik dengan biaya retribusi yang harus dibayar, semenjak Gunung papandayan dikelola oleh pihak swasta ditambah dengan perbaikan-perbaikan infrastruktur dan fasilitas yang ada menjadikan Gunung Papandayan tidak Ramah bagi kantong pendaki.

Selain Tiket masuk yang cukup mahal yaitu 30.000 perorang, serta jika teman-teman ingin berkemah maka kalian akan ditambahkan biaya berkemah sebesar 35.000. Belum lagi pungli yang dilakukan oleh masyarakat sekitar, memasuki kawasan pasar Cisurupan jika kita menggunakan kendaraan pribadi maka kita akan diberhentikan dan diharuskan untuk berpindah mobil serta membayar uang sewa, uang sewa yang dikenakan tergantung bagaimana teman-teman bernegosiasi. Aih mau naik gunung saja rasa lagi belanja ya. Di nego aja shay pasti cincaiii Bisa cek Harga Tiket Masuk Gunung Papandayan 

Gunung papandayan dapat di akses melalui Jalur Cisurupan, ditandai dengan adanya pasar Cisurupan, nah di pasar ini teman-teman bisa membeli barang-barang kebutuhan untuk ngecamp disana. Tapi jika teman-teman ga mau repot teman-teman cukup bawa uang yang banyak, karena disana sudah banyak warung bersebaran, banyak banged. Mau bakso? Ada. Mau Nasgor? Ada. Mau soto? Ada. Mau apa juga ada. Kecuali mau pacar. Apa lagi pacar orang. Itu Kaga ADA... hahaha...

Okre Dilanjut ya, Sekarang serius nih

Camp Davide

Kita sampai disana ketika matahari sudah merdeka menampakkan dirinya, sebetulnya kita memasuki wilayah garut sudah sejak pagi gelap buta, namun karena si babehnya keder kita jadi dibawa muter-muter ditambah lagi kendaraan kita agak sedikit ditahan sama warga setempat, Seperti cerita diatas tadilah. Hehehe... Ketika tiba kita langsung teriak Wooowww.... mata ini langsung disuguhi jajaran gunung serta kawah yang mengeluarkan asap kemepul. Kita langsung bersih-bersih dan packing ulang barang bawaan, istirahat sejenak sambil mengisi perut yang sudah dangdutan. 

@Camp David
 Perjalanan dimulai hari mulai pada saat hari mulai terik dan matahari sudah merajai hari. Tak ada kata yang bisa mewakilinya selain silau men dan panas men, SPF 50 yang katanya digadang-gadang bisa melindungi kulit lewat dah. Tidak jauh dari parkiran kita akan menemukan Gapura Selamat Datang dan kita lanjut menyusuri jalan, jalan besar yang berkerikil imut-imut. Jalan mulai menanjak, tidak perlu khawatir, pihak pengelola membuat undakan-undakan berupa tangga yang mempermudah pendaki untuk sampai keatas.

Jalanan berkerikil dan mulai menanjak
 Setelah melewati jalan ini kita akan menemukan tangga yang berundak yang sengaja di buat pihak pengelola untuk mempermudah Pendaki wisatawan untuk naik keatas.dari sini kita bisa menikmati keindahan kawah gunung papandayan dengan bonus bau belerang yang cukup menyengat, So... Buat kalian yang mau kesini wajib bawa masker ya. 

Kawah Gunung Papandayan
Menurut saya yang masih baru dan masih pemula di dunia pendakian, track papandayan yang dibuat seperti tangga itu malah membuat kaki terasa lebih lelah dan napas ngos-ngosan ditambah lagi hawa panas yang berasal dari kawah dan matahari yang cetar teriknya bikin napas makin berat dan butuh tempat istirahat. Tapki tak perlu khawatir, sekarang di atas udah ada Toilet dan saung-saung ademnya loh. bisalah untuk persinggahan sejenak melepas lelah. 

istirahat sejenak, view di depan keerreeenn bgd
Untuk memangkas jarak dan waktu diantara kita ketua Team Ekspedisi yang di Pimpin om Rizal dan om Ari atas arahan dari om Ryan yang udah ada di atas, Team kita lewat jalur luar biasa yang jarang di lewati oleh para pendaki lain, Qt semua melipir agak ke kiri dari jalur yang seharusnya diambil, Jalur ini bukan jalur umum dan tidak di rekomendasikan, namun karena keterbatasan waktu yang kita mililiki dan pintarnya para suhu untuk bernegosiasi dengan petugas, akhirnya kita semua diperbolehkan melewati jalur tersebut, dengan konsekuensi petugas lepas tangan dengan apapun yang terjadi dan dipastikan Simaksi kita juga hangus. Jalur ini agak sedikit ekstrem kita harus berhati-hati saat melintasinya, tidak ada bonus, jalan yang kita lewatipun semakin menanjak dan sebelah kiri kita  ada jurang yang mengangga lebar.

Ngadem sambil Hamockan Juga bisa
Tidak dibutuhkan waktu yang lama, Setelah melintasi jalur tersebut kita sudah ada di Hutan mati, Ribuan pohon cantigi yang berdiri kokoh setelah terkena letusan gunung papandayan tahun 2002 silam. Pohon nan eksotis yang berdiri tegar setelah diluluhlantakan oleh lahar papandayan. MasyaAllah Wujud kebesaran Allah, Begitu indah dan eksotis ditambah kabut yang menyelimuti hutan mati. pokoknya mah tak bisa di Ungkapkan dengan kata-kata.


Spot Foto yang KEREENN Banged, Bisalah kalo buat Foto PostWedd ataupun PreWedd. #MasKapanKitaKesini???  Buat Bocoran Ada sepasang Anggota juga yang sekalian foto PreWedd disini loh, Fotonya Pas Sunrise. Eleh... Jomblo tolong di kondisikan hatinya ya...
Disini akuh Juga ga mau kalah buat Cekrak-Cekrek beberapa foto. 


Save Palestine
Setelah melepas penat dan berfoto sesaat kita melanjutkan perjalanan ke pondok saladah, dari Hutan mati kita mengambil jalur ke ke kanan dan jalan agak menurun, setelah itu kita akan menemukan sekumpulan Edelweis yang mulai merekah, otomatis kali semua langsung ambil posisi untuk foto. Dasar Alay...!!!! jarak hutan mati ke pondok saladah cukup dekat hanya sekitar 20 menit dengan perjalanan santai.


Sampai di Camp, kita langsung istirahat. Setelah istirahat sejenak untuk melakukan Ishoma Perjalanan dilanjutkan ke Tegal alun, yang konon katanya berisikan ribuan Hektar Bunga Edelweis. Uh.... Haru...

Namanya juga pendakian ya, kalo ga nyasar-nyasar dikit mah kurang afdhol rasanya, gimana engga Team Survey yang kemarin cari jalan buat keatas sana pas survey tidak menemukan hambatan yang berarti. eh pas balik lagi team lupa jalan. sebenernya ga lupa sih cuma kita terlalu cepet belok aja jadi medan buat kesana jadi sangat mengesankan :)


Macet Kapten
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya... YEYYYY..... Padang Edelweis Terhampar sejauh mata memandang. Adem...Adem...Adem...




Gpp Ga Mandi yang penting Bibir Merah
Ini Dia pasangan yang Prewedd di Gunung, Sumpah ga berperikejombloan. Pas perjalanan rasanya pengen banged gitu misahain ini orang sambil bilang jangan deket-deket bukan mahrom dan kalo kata bang Rizal mah Dosa itu mah kalo ga di Halalin. Coba deh Jombs bayangin perasaan akuh. Hati ini rasanya
 T E R P O T E K. #Brreekkk

Hati tolong dikondisikan Jombs

Lepaskanlah dan kau  akan merasa lebih baik 
Sebelum magrib kita sudah sampai di pondok saladah. FYI di sini banyak babi hutan yang mencari makan. makanya setiap pendaki di himbau untuk membersihkan perlatan makan dan menyimpannya dengan benar karena hidung babi itu sensitif. Salah-salah nanti tenda kalian malah jadi rusak karena si babi yang sedang cari makan. Team kami Ngegelar tenda di Saung, Karena aalah satu tendanya di rusak sama si mahluk ituh.

Tapi ada untungnya juga sih kita bobo cantik di saung, karena udara malam disini benar-benar dingin menusuk. sama kayak hati kamu. #eeh...  Udaranya aja dingin apa lagi airnya. BBrrrrrrr Dinginne PoooLLL...

Karena di kelola oleh pihak swasta, Maka Gunung Papandayan memiliki fasilitas yang tidak di miliki oleh gunung lain. Yaitu Ada kamar mandi, musholah dan makanan tentunya.


Foto sebelum pulang
Kurang afdhol jika perjalanan tidak di simpan. Video dari bang Ucon, Sang Ubur yang selalu membuat pendakian ceria. Cekidot...!!!





Dan perjalanan berkesan ini tidak akan terjadi jika saya dan Upin tidak mengikuti Open Trip yang diadakan oleh Lintar Pro-adventure yang dengan Slogan Sport Your Journey benar-benar mendukung dan membantu perjalanan yang menyenangkan. Ada beberapa alasan kenapa kamu harus ikut bergabung di Acara yg diadakan oleh Lintar Pro-adventure.

1. Lintar ini adalah salah satu komunitas Pencinta alam yang ada di Tangerang dengan Jargonnya "Support    your Journey, Jadi Lintar ini ngertiin banged apa yang kita mau dan kita butuhkan.

2. Mepo nya yang strategis, dan deket dari tempat kita. biasanya saya dan si upin gabung sama team bekasi, jadi harus runtang runtung ke planet dulu. hahahaii....

3. Lintar bukan hanya sekedar komunitas jalan-jalan aja, tapi dengan program Donasi 2,5% dari pembayaran bisa dipastikan kita Qt bahagia diatas kebahagiaan orang lain juga.Ini terbukti dengan adanya agenda Ramadahan Kemarin LintarProAdventure mengadakan SOTR, Tebar Takjil, Buka Puasa dan Sahur Bersama Anak Yatim tiap minggunya. masyaAllah Keren Banged kan. Kalo Jari ini Jempol semua Eike Kasih semua dan buat Lintar 10 Jempol. 

4. Harga yang ditawarkan kompetitif, murah tapi ga murahan. ( Boleh Cek di Toko Sebelah) 

5. Fasilitas perlengkapan camping, team work, poter team pokoknya semua-semuanya deh lumayan cukup mumpuni buat jadi alternatif pilihan buat acara adventure kalian.

Soo... Buat kalian yang mau ikutan Ngetrip, kuy ditunggu gabung di Lintar.

Baru pertama kali ketemu dan akhirnya jadi Sahabatan 



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar