Kamis, 13 September 2018

Monster itu Bernama EGO

Please jangan protes sama judulnya ya, karena bagaimanapun juga jika kalian fikirkan lagi, maka kalian akan setuju bahwa sang EGO memang sudah berkuasa dalam diri manusia. Iya ga?! Setuju ga?! Kalo aku sih Yes. Apaan sih gue

Pada zaman sekarang ini banyak orang yang kurang dapat mengendalikan dirinya, mereka lebih cendrung egois, lebih mementingkan diri sendiri dalam setiap keadaan. Enggan memahami  orang lain cendrung acuh terhadap orang lain. 

Hal yang paling mudah untuk di temui dengan hal yang berkaitan dengan ego adalah interaksi kita dengan teman-teman kita, entah teman main, teman belajar atau teman kerja. Tak jarang hal-hal yang sebenarnya sepele namun menjadi besar dikarenakan keegoisan yang dimiliki oleh masing-masing pihak.


Kesal, marah, benci, kecewa adalah hal  wajar yang dialami oleh kita sebagai manusia, hanya saja kita harus dapat mengendalikan diri kita agar perasaan itu tidak serta merta berlarut-larut. 

Namun satu hal yang harus kalian tanamkan dalam diri "Jika kukumu panjang, potonglah kukunya, bukan jarinya. Dan jika terjadi perdebatan potonglah egonya, bukan hubungannya."

Pasti kalian bertanya-tanya, bagaimana caranya memotong Ego dalam diri??!!

Tenang madam punya caranya.

Allah berfirman di Q.S Yusuf : 53 

" Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun maha penyayang." (QS. 12:53) 

1. Selalu mengingat kebaikan yang dia lakukan. Biasanya nih ketika kita tidak menyukai seseorang, maka apapun yang dilakukan orang itu pasti tidak ada yg benar di mata kita. Tapi yakinilah sejahat ataupun seburuk prilaku seseorang pasti ada hal-hal baik yang pernah dia lakukan. Apa lagi jika dia adalah teman kita. Pasti ada walau hanya satu atau dua. 

2. Berdamai dengan Diri, saya paham pasti bagi sebagian orang termasuk saya berdamai dengan diri adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, namun percayalah, sesulit apapun itu kamu bisa melakukannya. Dengan kita berdamai dengan diri sendiri maka akan menjadikan hati dan hidup kita tenang.

3. Mantra "Stay Positif" mantra yang harus kita tanamkan dalam diri untuk selalu melihat prilaku seseorang menggunakan sudut pandang yang positif, No Julid. Menanamkan dan membiasakan diri dengan sikap berfikiran positif, rendah hati, syukur dan ikhlas.

Dalam salah satu ceramahnya Ustadz Hanan Attaki pernah berkata bahwa obat Ego itu adalah IMAN, dan salah satu ciri orang yamg beriman adalah bisa melawan Egonya dalam hal yang paling berat. Karena ia yakin bagaimanapun beratnya memaafkan, lebih berat nanti pertanggung jawabannya di akhirat. Dan Allah paling cinta dengan hamba-Nya yang meminta maaf.

Soo... Jadikan apa yang kita lakukan semua kita niatkan untuk Allah. Ikhlas karena Allah, sehingga apapun masalah yang kita hadapi, akan kita tanggapi dengan kepala dingin bukan dengan ego yang mendidih.

Yuk berubah, dengan memulai untuk meredam ego yang bertahta. 

Dan akhir kata, teruntuk sahabat, teman dan orang-orang yang pernah tersakiti. mohon Maaf jika perilaku dan tutur kata yang tidak berkena. 

Dimaafin kan 😉







Tidak ada komentar:

Posting Komentar